Sedihnya Nasib Perantau Asal Lampung di Jakarta Tak Bisa Mudik

- Sabtu, 2 Mei 2020 | 12:15 WIB

Sinarmerdek.id.Sugiharto (20) yang bekerja di sebuah bengkel di Jakarta harus putar balik, karena tidak diperbolehkan menyebrang melalui Pelabuhan Merak, di Kota Cilegon, Banten. Hal tersebut lantaran Pelabuhan di ujung barat Pulau Jawa itu sudah tidak lagi melayani penumpang pejalan kaki ataupun penumpang umum lainnya.

Sugiharto berniat pulang kampung dari Jakarta dengan tujuan Pasir Sakti, Lampung Timur, Lampung. Dia pun masih memegang KTP Lampung.

Dia sempat memohon kepada petugas kepolisian agar diperbolehkan menyebrang, namun karena Pelabuhan Merak sudah tidak melayani penyebrangan orang, pihak kepolisian tidak bisa mengizinkannya.

"Kondisi kaya gini kan enggak bisa makan. Iya tahu (enggak boleh nyebrang), katanya KTP Lampung boleh (nyebrang), pulang kampung enggak boleh, ini kan belum mudik. KTP saya KTP Lampung. Keluarga di Lampung. Sudah empat bulan saya di Jakarta, di Bekasi sudah lama. Dulu saya kerja di bengkel Bekasi, terus dipindah ke Jakarta. Tapi kan sepi," kata Sugiharto (20), sembari menangis saat ditemui di check point Gerem Bawah, Kota Cilegon, Banten, Rabu, 29 April 2020.

Pihak kepolisian pun menyuruh pemudik, baik roda dua maupun roda empat untuk kembali ke daerah asal keberangkatan mereka. Lantaran Pelabuhan Merak sudah tidak lagi melayani penumpang umum. Hanya kendaraan logistik, sembako, hingga pengangkut alat medis saja yang diperbolehkan menyebrang dari Merak menuju Bakauheni.

"Dilemanya banyak masyarakat yang berkumpul, sehingga kita harus pro aktif. Karena sudah tidak melayani lagi penyebrangan penumpang dan kendaraan umum, yang diperbolehkan yang memiliki kepentingan khusus. Selebihnya kita suruh putar balik," kata Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana.

Masyarakat yang mudik pun dikawal agar benar-benar putar balik atau kembali ke daerah asal keberangkatan mereka. Kendaraan roda dua dikawal hingga ke perbatasan Kabupaten Serang. Sedangkan roda empat, dikawal hingga Gerbang Tol (GT) Cilegon Barat sampai benar-benar masuk tol.

Penjagaan di sekitar dan di dalam Pelabuhan Merak pun diperketat, jumlahnya mencapai 558 personil gabungan dari TNI dan Polri. Guna mengantisipasi adanya pemudik yang nekat menerobos dan kerumunan massa pemudik.

"Malam ini kita memperketat penjagaan. Umumnya berasal dari wilayah Jakarta dan Tangerang, alasannya sudah selesai bekerja dan kena PHK. Tapi tetap kita beri imbauan untuk tidak mudik. Kegiatan ini sebenarnya untuk mengantisipasi covid agar tidak lagi menyebar dan meluas lagi. Semuanya kita kawal sampai gerbang tol dan perbatasan," jelasnya.(viv/simer)

Editor: Administrator

Terkini

X