• Selasa, 31 Januari 2023

Kasus Unila, Pengakuan Fajar Pramukti Putra: Pak Basri Minta Jejak Digital Mahasiswa Titipan Dihapus

- Selasa, 24 Januari 2023 | 18:23 WIB
Rektor Unila Karomani yang terciduk KPK, dikenal lantang teriak radikalisme kampus. (Foto: dok Unila)
Rektor Unila Karomani yang terciduk KPK, dikenal lantang teriak radikalisme kampus. (Foto: dok Unila)

SINARMERDEKA.ID - Saksi kasus suap Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Lampung (Unila) memasuki babak baru.

Kali ini muncul kesaksian Fajar Pramukti Putra menyebutkan bahwa terdakwa M Basri pernah memintanya untuk menghapus jejak digital soal mahasiswa titipan.

"Perintah Pak Basri untuk hapus jejak digitalnya," ungkap Fajar yang merupakan staf Honorer di Unila, dalam persidangan kasus Suap PMB Unila Tahun 2022, di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Selasa 24 Januari 2023.

"Kalau bahasanya Pak Basri jangan sampai Rektor tahu soal mahasiswa titipan karena ada mahasiswa lainnya yang nilai di atasnya tidak lulus," terangnya seperti dilansir Antaranews.com.

Baca Juga: Kuat Maruf dan Ferdy Sambo Atur Siasat Hilangkan Nyawa Brigadir J di Lantai 3 Rumah Saguling?

Dia mengatakan dalam persidangan bahwa perintah M Basri tersebut karena pada saat itu ada mahasiswa dengan passing grade di atas rata-rata tapi dinyatakan tidak lulus menjadi viral.

"Iya, viral kasus itu, maka ada perintah itu (hapus jejak digital). Tau kejadian itu viral dari media sosial, tapi awalnya dari pak Basri," ujarnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa setelah kejadian itu viral, uang titipan dari Feri Antonius alias Anton Kidal, yang merupakan pengusaha ternak sapi Australia, diminta oleh M Basri untuk diamankan.

"Uangnya disuruh pegang dulu oleh saya, terus sorenya diminta lagi sama Pak Basri, karena sudah aman (kasus viral)," kata dia.

Halaman:

Editor: MS Amri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X