• Selasa, 31 Januari 2023

Penyakit Campak Sangat Menular, Kekebalan Komunitas Sangat Dibutuhkan

- Kamis, 26 Januari 2023 | 02:00 WIB
Ilustrasi sakit campak (Freepik)
Ilustrasi sakit campak (Freepik)

SINARMERDEKA.ID – Penyakit campak merupakan penyakit yang sangat menular. Campak tidak hanya menyerang anak-anak. Jika remaja atau orang dewasa dengan kekebalan rendah, ada risiko infeksi.

menurut Dr. Djatnika Setiabudi, Kepala Staf Departemen Penyakit Infeksi dan Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, jika seseorang tidak memiliki imunitas yang baik, maka ada kemungkinan 90 persen tertular campak.

Karena sangat menular, maka imunitas yang dibutuhkan masyarakat juga tinggi. Pada kasus infeksi campak, gejala awal yang muncul seperti demam tinggi, batuk, pilek dan mata merah. Tahap ini paling mudah untuk dipindahkan.

Baca Juga: UPDATE Peringkat Top 10 BWF 5 Sektor Saat Indonesia Masters 2023 Berlangsung, Ginting No2 - Fajar/Rian Kokoh

Meskipun campak muncul sebagai bercak kemerahan pada kulit, campak tidak ditularkan melalui kontak kulit ke kulit. Namun, virus penyebab campak dapat ditularkan melalui tetesan udara.

Karena itu Dyatnika mengatakan jika seseorang mengalami gejala campak, maka harus segera berobat ke puskesmas. Anak-anak yang terinfeksi campak harus tinggal di rumah untuk menghindari menulari orang lain.

Kalau anak sakit bisa pakai masker, lebih baik pakai masker. “Orang sehat pun harus pakai masker karena campak menular lewat pernapasan,” ujarnya.

Baca Juga: Gadaikan Motor Demi Urai Kemacetan 16 Jam, Babinsa Azmiadi Langsung Dipanggil KSAD Dudung

Efek campak yang parah dirasakan oleh mereka yang belum divaksinasi sama sekali. Bahkan, mereka rentan terhadap komplikasi penyakit lain seperti pneumonia, ensefalitis, dan malnutrisi. Parahnya, campak juga bisa menyebabkan kematian.

“Mobil dapat menyebabkan kematian akibat komplikasi berupa pneumonia atau bronkopneumonia berat dan radang otak (meningoensefalitis),” ujarnya.

Oleh karena itu, vaksinasi campak dianggap penting untuk mengembalikan kekebalan masyarakat. Kemenkes sendiri telah menetapkan vaksinasi campak lengkap pada usia 9 bulan, 18 bulan dan memasuki kelas 1 SD.

Baca Juga: Lirik Lagu the Panturas - Sunshine dan fakta di baliknya

"Tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan vaksinasi. Mereka yang belum menerima vaksin akan segera divaksinasi. Kami hanya akan melakukan vaksinasi, program ulangan akan diberikan nanti," kata Dyatnika.

Peringatan WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan peningkatan kasus campak dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs resminya pada November 2022.

Data tahun 2021 menunjukkan bahwa hampir 40 juta anak di seluruh dunia berisiko terkena campak karena meninggal pada 19 Maret. karena pandemi Covid-19.

Data menunjukkan bahwa 25 juta orang melewatkan dosis pertama vaksin campak dan 14,7 juta anak melewatkan dosis kedua. Kondisi ini telah menyebabkan kemunduran besar dalam upaya global untuk memberantas penyakit campak.

Baca Juga: Resep dan Cara Mudah Membuat Ayam Popcorn, Anak Suka, Enak dan Asin, Bisa Dikoleksi!

Pada tahun 2021 saja, WHO memperkirakan 9 juta kasus campak dan 128.000 kematian di seluruh dunia.

Berkurangnya cakupan vaksinasi, melemahnya kekebalan terhadap campak dan penundaan vaksinasi karena pandemi Covid-19 dan akhirnya terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) pada tahun 2022 yang membutuhkan perhatian serius dari semua negara.

“Paradoks dari pandemi ini adalah bahwa meskipun vaksin Covid-19 dapat ditingkatkan dalam waktu tercepat dalam sejarah kampanye vaksinasi, program imunisasi rutin sangat terganggu dan jutaan anak kehilangan imunisasi langsung terhadap penyakit mematikan campak ,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Data pra-pandemi dari WHO menunjukkan bahwa vaksinasi campak berhasil menurunkan angka kematian sebesar 73% antara tahun 2000 dan 2018. Selama itu terdapat sekitar 23,2 juta kematian yang sebenarnya dapat dicegah karena anak-anak telah divaksinasi.

Baca Juga: Lirik Lagu the Panturas - Sunshine dan fakta di baliknya

Pada tahun 2018, 86% anak di seluruh dunia menerima dosis pertama dalam 1 tahun melalui layanan kesehatan rutin. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2000 yang cakupan vaksinasinya 72%.

“Sangat penting untuk mengulang program vaksinasi. Di balik setiap laporan statistik terdapat anak-anak yang berisiko terkena penyakit yang dapat dicegah,” kata Tedros.***

Halaman:

Editor: Mario.

Artikel Terkait

Terkini

3 Cara Jitu Mendapatkan Saldo DANA Gratis

Selasa, 31 Januari 2023 | 01:05 WIB

5 Hewan Ternak dan Hewan Peliharaan Menguntungkan

Senin, 30 Januari 2023 | 16:37 WIB

Peringatan! 4 Penyakit Kucing Ini Menular Ke Manusia

Senin, 30 Januari 2023 | 10:47 WIB

Apakah Kucing Suka Keluar Rumah? Ikuti 5 Tips Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 10:36 WIB

4 Hal Penting Untuk Menjaga Kesehatan Hewan

Senin, 30 Januari 2023 | 10:23 WIB

HP Samsung Terbaru 2023 Dibanderol 3 Jutaan

Senin, 30 Januari 2023 | 08:47 WIB
X